SEHATKAN.COM - Belakangan harga cabai merah menanjak drastis di Indonesia yang
membuat masyarakat sempat heboh. Bahkan harga makanan ikut naik
gara-gara kenaikan harga cabai tersebut. Namun kita tidak akan membahas
mengenai kenaikan harga cabai merah, melainkan kita akan membahas
mengenai manfaat cabai merah untuk kesehatan tubuh.
Belakangan diketahui, ternyata mengkonsumsi cabai merah dapat memperpanjang umur seseorang. Hal itu diungkapkan oleh sebuah studi yang dilakukan di New York Amerika Serikat. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi cabai dapat mengurangi12 persen resiko kematian akibat penyakit jantung dan juga stroke.
Penelitian itu sendiri dilakukan selama hampir 19 tahun tersebut mengungkap rahasia dibalik mengkonsumsi cabai. Cabai diketahui memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk tubuh manusia seperti vitamin, nutrisi dan antioksidan yang tinggi. Namun para ahli belum sepenuhnya membenarkan hasil dari penelitian ini.
Menurut Keith Ayoob, ahli gizi dan profesor klinis dari Albert Einstein College of Medicine, penelitian ini harus dikaji lebih lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi cabai dapat mengurangi resiko kematian namun belum dapat memberikan informasi dan data yang akurat.
"Kami benar-benar tidak bisa sepenuhnya yakin dari hasil (penelitian tersebut)," kata Ayoob kepada livescience.
Dalam studi tersebut, para peneliti melihat data dari lebih dari 16.000 orang dewasa yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) antara tahun 1988 dan 1994. NHANES merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang mengumpulkan informasi tentang kesehatan dan kebiasaan makan warga Amerika Serikat. Survei ini menggunakan sebuah pertanyaan tentang apakah peserta telah mengkonsumsi panas cabai merah dalam satu bulan terakhir atau tidak.
Para peneliti menemukan bahwa, setelah periode tindak lanjut hampir selama 19 tahun, 22 persen orang yang mengkonsumsi cabai dalam penelitian tersebut meninggal dunia. Jumlahnya lebih kecil 12 persen jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya. Laporan ini dimuat dalam publikasi pada tanggal 9 Januari dalam jurnal PLoS ONE.
Para peneliti pun menampilkan beberapa analisis yang berbeda dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mungkin berpengaruh, seperti tingkat pendidikan sample, etnis, diet serta pola hidup mereka. Setelah disesuaikan dengan faktor-faktor ini, hasilnya masih menunjukkan bahwa orang yang makan cabai merah memiliki risiko kematian lebih rendah selama studi dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi cabai merah.
Penelitian mengenai manfaat cabai merah untuk mengurangi resiko kematian seperti ini sebelumnya juga pernah dilakukan di China. Hasilnya hampir sama dengan penelitian terbaru tersebut. Namun meski telah memiliki data yang cukup meyakinkan bahwa cabai merah bisa mengurangi resiko kematian, peneliti masih belum mampu menunjukkan penyebab yang pasti dari manfaat cabai merah tersebut.
Kemungkinan besar hal itu dikarenakan cabai merah memiliki senyawa yang disebut capsaicin yang dapat berperan menangkal obesitas dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan stroke.
Peneliti juga mengungkapkan bahwa Capsaicin juga memiliki sifat anti-mikroba yang bisa mengubah bakteri dalam usus, melindungi terhadap obesitas dan penyakit kardiovaskular. Bukan hanya itu, cabai merah juga mengandung banyak nutrisi lainnya, seperti vitamin B, vitamin C dan senyawa yang diubah tubuh menjadi vitamin A, yang semuanya sangat menguntungkan tubuh manusia.
Meskipun penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa seseorang yang rutin mengkonsumsi cabai merah akan dapat hidup lebih lama, namun setidaknya penelitian ini mampu memaparkan berbagai senyawa yang terkandung dalam cabai merah dan bermanfaat bagi tubuh manusia.
sumber: livescience
Belakangan diketahui, ternyata mengkonsumsi cabai merah dapat memperpanjang umur seseorang. Hal itu diungkapkan oleh sebuah studi yang dilakukan di New York Amerika Serikat. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi cabai dapat mengurangi12 persen resiko kematian akibat penyakit jantung dan juga stroke.
Penelitian itu sendiri dilakukan selama hampir 19 tahun tersebut mengungkap rahasia dibalik mengkonsumsi cabai. Cabai diketahui memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk tubuh manusia seperti vitamin, nutrisi dan antioksidan yang tinggi. Namun para ahli belum sepenuhnya membenarkan hasil dari penelitian ini.
Menurut Keith Ayoob, ahli gizi dan profesor klinis dari Albert Einstein College of Medicine, penelitian ini harus dikaji lebih lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi cabai dapat mengurangi resiko kematian namun belum dapat memberikan informasi dan data yang akurat.
"Kami benar-benar tidak bisa sepenuhnya yakin dari hasil (penelitian tersebut)," kata Ayoob kepada livescience.
Dalam studi tersebut, para peneliti melihat data dari lebih dari 16.000 orang dewasa yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) antara tahun 1988 dan 1994. NHANES merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang mengumpulkan informasi tentang kesehatan dan kebiasaan makan warga Amerika Serikat. Survei ini menggunakan sebuah pertanyaan tentang apakah peserta telah mengkonsumsi panas cabai merah dalam satu bulan terakhir atau tidak.
Para peneliti menemukan bahwa, setelah periode tindak lanjut hampir selama 19 tahun, 22 persen orang yang mengkonsumsi cabai dalam penelitian tersebut meninggal dunia. Jumlahnya lebih kecil 12 persen jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya. Laporan ini dimuat dalam publikasi pada tanggal 9 Januari dalam jurnal PLoS ONE.
Para peneliti pun menampilkan beberapa analisis yang berbeda dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mungkin berpengaruh, seperti tingkat pendidikan sample, etnis, diet serta pola hidup mereka. Setelah disesuaikan dengan faktor-faktor ini, hasilnya masih menunjukkan bahwa orang yang makan cabai merah memiliki risiko kematian lebih rendah selama studi dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi cabai merah.
Penelitian mengenai manfaat cabai merah untuk mengurangi resiko kematian seperti ini sebelumnya juga pernah dilakukan di China. Hasilnya hampir sama dengan penelitian terbaru tersebut. Namun meski telah memiliki data yang cukup meyakinkan bahwa cabai merah bisa mengurangi resiko kematian, peneliti masih belum mampu menunjukkan penyebab yang pasti dari manfaat cabai merah tersebut.
Kemungkinan besar hal itu dikarenakan cabai merah memiliki senyawa yang disebut capsaicin yang dapat berperan menangkal obesitas dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan stroke.
Peneliti juga mengungkapkan bahwa Capsaicin juga memiliki sifat anti-mikroba yang bisa mengubah bakteri dalam usus, melindungi terhadap obesitas dan penyakit kardiovaskular. Bukan hanya itu, cabai merah juga mengandung banyak nutrisi lainnya, seperti vitamin B, vitamin C dan senyawa yang diubah tubuh menjadi vitamin A, yang semuanya sangat menguntungkan tubuh manusia.
Meskipun penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa seseorang yang rutin mengkonsumsi cabai merah akan dapat hidup lebih lama, namun setidaknya penelitian ini mampu memaparkan berbagai senyawa yang terkandung dalam cabai merah dan bermanfaat bagi tubuh manusia.
sumber: livescience

Komentar
Posting Komentar