Sehatkan.com - Masa hamil ialah masa yang ditunggu-tunggu pasangan suami istri dimanapun karena salah satu tujuan menikah adalah memperoleh keturunan. Buah hati yang terlahir dengan sehat serta ibu hamil yang juga sehat tentu menjadi dambaan semua keluarga.
Bagaimanapun tidak ada waktu yang tepat untuk menderita suatu penyakit, bahkan penyakit ringan semacam flu dan batuk ataupun masuk angin. Bagi Ibu hamil pun demikian, ibu hamil juga bisa terserang berbagai macam penyakit terlebih penyakit-penyakit ringan yang tdai disebutkan. Bahkan ibu hamil bisa dikatakan lebih rentan terserang berbagai macam penyakit karena dalam kondisi hamil, seorang wanita akan saling berbagi ketahanan tubuhnya kepada si jabang bayi yang berada di kandungan.
Batuk merupakan salah satu penyakit yang paling rentan menyerang ibu hamil, apapun itu jenis batuknya. Sebagian besar batuk yang diderita oleh ibu hamil adalah batuk ringan yang ditimbulkan karena influenza atau flu. Namun meski hanya disebabkan oleh penyakit yang tergolong ringan dan biasa akan tetapi ternyata tidak semua obat aman dikonsumsi oleh ibu hamil.
Seorang wanita yang hamil yang sedang menderita penyakit tertentu dan diharuskan mengkonsumsi obat hendaknya harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahlinya. Apakah obat yang akan dikonsumsi itu aman atau tidak jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal ini tak lain adalah untuk menjaga kesehatan Ibu Hamil dan juga Janin yang dikandungnya.
Obat batuk dan pilek yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil ialah yang mengandung ekspektoran (pengencer dahak) seperti guaifenesin (gg), natrium sitrat, kalsium iodida, amonium klorida, gliserol iodinasi, ipecac, kalium guaiacolsulfonate, dan kalium iodida. Juga obat yang mengandung antihistamin, dekongestan, antitusif, dan analgesik.
Pada dasarnya tidak semua obat flu maupun batuk yang memiliki efek buruk tinggi bagi ibu hamil selama memperhatikan dosis pemakaiannya. Jika dosis yang digunakan cukup tinggi yang dilakukan dalam waktu yang relatif lama dikhawatirkan meningkatkan resiko buruk bagi bayi yang dikandungnya. Konsumsi obat flu, batuk, maupun pilek yang jauh melebihi dosis juga dapat mengakibatkan tensi darah yang meingkat.
Berikut ini jenis obat batuk untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi menurut mediskus:
Acetaminophen Parasetamol - kandungan parasetamol pada obat batuk tidak terbukti mengakibatkan bayi lahir cacat, sehingga dikategorikan sebagai obat batuk yang aman bagi wanita hamil.
Antihistamin - obat dengan kandungan ini juga termasuk aman dikonsumsi selama kehamilan
.
Pseudoefedrin - Kandungan ini aman untuk ibu hamil, boleh dikonsumsi untuk waktu singkat karena jika terlalu banyak dapat mengakibatkan kurangnya berat badan pada bayi yang dikandungnya.
Selain obat-obat generik yang dapat dibeli di toko maupun apotik terdekat, sehatkan.com memberikan anda alternatif obat alami yang aman dikonsumsi ibu hamil. Berikut ini cara untuk mengobati batuk ketika masa kehamilan yang aman dan mudah dilakukan baik berdasarkan anjuran dokter maupun dari artikel-artikel untuk menghentikan batuk.
Bagaimanapun tidak ada waktu yang tepat untuk menderita suatu penyakit, bahkan penyakit ringan semacam flu dan batuk ataupun masuk angin. Bagi Ibu hamil pun demikian, ibu hamil juga bisa terserang berbagai macam penyakit terlebih penyakit-penyakit ringan yang tdai disebutkan. Bahkan ibu hamil bisa dikatakan lebih rentan terserang berbagai macam penyakit karena dalam kondisi hamil, seorang wanita akan saling berbagi ketahanan tubuhnya kepada si jabang bayi yang berada di kandungan.
Batuk merupakan salah satu penyakit yang paling rentan menyerang ibu hamil, apapun itu jenis batuknya. Sebagian besar batuk yang diderita oleh ibu hamil adalah batuk ringan yang ditimbulkan karena influenza atau flu. Namun meski hanya disebabkan oleh penyakit yang tergolong ringan dan biasa akan tetapi ternyata tidak semua obat aman dikonsumsi oleh ibu hamil.
Seorang wanita yang hamil yang sedang menderita penyakit tertentu dan diharuskan mengkonsumsi obat hendaknya harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahlinya. Apakah obat yang akan dikonsumsi itu aman atau tidak jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal ini tak lain adalah untuk menjaga kesehatan Ibu Hamil dan juga Janin yang dikandungnya.
Obat Batuk Bagi Ibu Hamil
Menurut para ahli yang telah melakukan penelitian secara mendalam, ternyata tidak ada satupun obat yang 100% aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Meski demikian tentu saja bukan berarti seorang wanita hamil yang terkena penyakit tidak boleh mengkonsumsi obat. Namun hanya perlu kejelian untuk memilih dan memilah obat mana yang memiliki efek buruk paling sedikit.Obat batuk dan pilek yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil ialah yang mengandung ekspektoran (pengencer dahak) seperti guaifenesin (gg), natrium sitrat, kalsium iodida, amonium klorida, gliserol iodinasi, ipecac, kalium guaiacolsulfonate, dan kalium iodida. Juga obat yang mengandung antihistamin, dekongestan, antitusif, dan analgesik.
Pada dasarnya tidak semua obat flu maupun batuk yang memiliki efek buruk tinggi bagi ibu hamil selama memperhatikan dosis pemakaiannya. Jika dosis yang digunakan cukup tinggi yang dilakukan dalam waktu yang relatif lama dikhawatirkan meningkatkan resiko buruk bagi bayi yang dikandungnya. Konsumsi obat flu, batuk, maupun pilek yang jauh melebihi dosis juga dapat mengakibatkan tensi darah yang meingkat.
Berikut ini jenis obat batuk untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi menurut mediskus:
Acetaminophen Parasetamol - kandungan parasetamol pada obat batuk tidak terbukti mengakibatkan bayi lahir cacat, sehingga dikategorikan sebagai obat batuk yang aman bagi wanita hamil.
Antihistamin - obat dengan kandungan ini juga termasuk aman dikonsumsi selama kehamilan
.
Pseudoefedrin - Kandungan ini aman untuk ibu hamil, boleh dikonsumsi untuk waktu singkat karena jika terlalu banyak dapat mengakibatkan kurangnya berat badan pada bayi yang dikandungnya.
Selain obat-obat generik yang dapat dibeli di toko maupun apotik terdekat, sehatkan.com memberikan anda alternatif obat alami yang aman dikonsumsi ibu hamil. Berikut ini cara untuk mengobati batuk ketika masa kehamilan yang aman dan mudah dilakukan baik berdasarkan anjuran dokter maupun dari artikel-artikel untuk menghentikan batuk.
- Mengkonsumsi madu dan peppermint
- Memperbanyak minum air putih
- Menghirup uap panas secukupnya
- Memperbanyak Istirahat dan Bersantai
- Mengkonsumsi obat yang dapat mengencerkan dahak sehingga mudah mengeluarkannya
- Mengkonsumsi supplemen atau makanan yang banyak mengandung vitamin C.

Komentar
Posting Komentar