Sebuah studi penelitian terbaru menunjukkan bahwa supplement atau vitamin C ternyata dapat melindungi dan mengobati kanker prostat, paling tidak kanker prostat hormone-refractory. Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Uniformed Support University School of Medication di Bethesda. Penlitian ini membuktikan bahwa supplement C dalam dosis intraperitoneal medicinal mampu menghambat perkembangan sel kanker prostat hormone-refractory PA III.
Dalam penelitian ini para periset meng-implant sel-sel kanker prostat ke dalam tikus dan lalu memberikan supplement C dosis intraperitoneal medicinal setiap hari selama 30 hari. Tikus dibedah pada hari ke-40. Lalu mengukur berat dan metastase. Para periset menemukan dua hal. Pertama, growth for beginner metastase yang berkurang dengan jumlah dan ukuran yang beragam. Selain itu, metastase ipsilateral lymph node turun di 7 untuk 15 tikus menjadi 1 di 15 tikus.
Kesimpulannya, supplement C dosis medicinal menekan pertumbuhan dan metastase kanker prostat hormone-refractory. Hasil studi diterbitkan dalam In Vivo edisi Mei - Juni 2010.
Menurut Nationwide Melanoma Institution, di Amerika, setiap tahun didiagnosa 190.000 kanker prostat, dengan angka tewas sekitar 35.000 setiap tahun.
Vitamin C sejak lama diketahui berkhasiat untuk menghambat dan mengobati kanker. Digunakan ahli pengobatan alternatif bila mengobati sejumlah kanker. Peraih hadiah nobel Linus Pauling semasa hidupnya menganjurkan menggunakan supplement C bila mengatasi pilek. Sumber istimewa supplement C antara lain: Ceri, jambu biji, kiwi fruit hijau, kiwi fruit kuning, lychee. Banyak buah dan sayuran lainnya mengandung kadar besar supplement ini.

Komentar
Posting Komentar